23.3.09

Letih

Datang lagi dalam sapaan singkat.
Rasanya ingin mencubit pipi sendiri tadi.
Kenapa kembali?
Meruntuhkan benteng dan ketenangan yang dibangun susah payah.
Memanggil kembali sisa-sisa mimpi yang masih melayang bebas.

Harapan lepas rasanya luntur lagi.
Harapan tentang ingin melupakan pun perlahan lenyap.
Pukul kepala dengan keras, menyadarkan diri sendiri, perjuangan tak kenal lelah selalu menanti.
Tidak melihat ke belakang untuk saat ini.
Pasti bisa membantu..

Sikap! Keras!
Pilihan mendatangimu.
Seketika kaupun harus memilih.
Entang pertimbangan yang masak atau lemparan koin yang membantu.

------------------------------------------------------------------------------------

Penjilat

Itu persona yang saya pakai kalau ingin menyampaikan sesuatu kepada orang yang bersedia dijilat.
Kerahkan kemampuan, tambal sana-sini, jadilah sebuah karya penjilat.

---------------------------------------------------------------------------------

Berpikir. sedikit.

Bagaimana caranya menjadi orang yang disenangi tanpa meninggalkan jati diri?
Nyatanya, orang yang disenangi adalah orang yang standard, penjilat, (sok) idealis, (sok) suci, dan sok-sok yang lainnya. Hahahaha. Kamu hanya iri sar!
Berpikir,
Bagaimana caranya menjadi seorang yang tidak sinis dan tidak pesimis?
Bagaimana caranya menjadi orang yang penuh penghargaan?
Bagaimana caranya menjadi orang yang menyenangkan setiap saatnya?
Bagaimana menerima dunia apa adanya?
Bagaimana caranya menghargai segala sesuatu yang ada?
Bagaimana caranya mampu mengontrol emosi atau tidak meledak-ledak dalam berbagai situasi?
Bagaimana caranya menjadi simple?
Bagaimana cara menjadi baik di depan semua orang?
Bagaimana cara terus berlari dalam kelelahan?
Bagaimana tidak mengeluh dalam kesulitan?
Bagaimana tidak dengki dan dendam terhadap sesuatu yang dirasa tidak adil?
Bagaimana mengakui kejujuran yang bersarang di diri sendiri?
Bagaimana menjaga sesuatu tetap utuh dan tetap pada tempatnya?
Bagaimana tetap bangun dan terjaga setelah dipukul keterkejutan dan kegagalan?
Bagaimana bisa berbesar hati jika diremehkan?

Teruskan berpikir,

Mengapa banyak orang yang mendukung dan menyemangati saya?
Mengapa ada sahabat-sahabat yang menerima saya apa adanya?
Mengapa saya hanya fokus pada diri sendiri?
Mengapa saya memilih bersekolah jauh dari keluarga?
Mengapa setaun ini saya hanya bisa melihat keanehan dan sesuatu yang berantakan?
Mengapa sekali lagi saya kurang bisa melihat kebaikan di dalam hidup saya?
Mengapa saya harus kenal dengan dia?
Mengapa saat ini saya gelisah dan bersarang dalam perasaan benci?

Saya terlalu banyak berpikir!
Terlalu banyak keinginan,
terlalu ingin menjadi sempurna,
terlalu ingin cepat mati,
terlalu serakah. Maafkan.