23.12.08

sebut saja harapan

Harapan membuat saya tetap terjaga
Ia kembang-kempis di dalam alam pikiran, jauh di sana
-
Harapan
Untuk kesekian kalinya
Ia datang, lalu pergi
-
Harapan, seperti kemunculannya pada siang tadi
Membuat diri meluap karena gembira
Ia muncul, bahkan mengucapkan tanya di ruang makan sempit itu
-
Ya, saya menamainya harapan
Entah sampai kapan nama itu bertahan
Besok atau besoknya lagi
-
Harapan, mau menjawab pertanyaan saya?
Mengapa kamu tahu nama saya?
-

Tidak ada komentar: